Kāla Kālī PDF ↠ Paperback


  • Paperback
  • 340 pages
  • Kāla Kālī
  • Valiant Budi
  • Indonesian
  • 06 March 2015
  • 9797805816

10 thoughts on “Kāla Kālī

  1. Primadonna Primadonna says:

    Sebenarnya, judulnya agak mengelabui Dengan judul begini aku terbayang sesuatu yang bombastis, apalagi dengan Hanya Waktu yang Tak Pernah Terlambat aku sudah mengangankan cerita futuristik fantasi dengan elemen waktu yang menguasai.Tidak begitu Tapi akan kubahas nanti.Kover, sekilas kelihatan megah dan mewah Tapi aku sebal dengan elemen pemanis yang menutup bagian depan kover, itu sangat menyulitkanku untuk membaca Berkali kali harus kusingkirkan agar tidak menghalangi pandanganku ke arah Sebenarnya, judulnya agak mengelabui Dengan judul begini aku terbayang sesuatu yang bombastis, apalagi dengan Hanya Waktu yang Tak Pernah Terlambat aku sudah mengangankan cerita futuristik fantasi dengan elemen waktu yang menguasai.Tidak begitu Tapi akan kubahas nanti.Kover, sekilas kelihatan megah dan mewah Tapi aku sebal dengan elemen pemanis yang menutup bagian depan kover, itu sangat menyulitkanku untuk membaca Berkali kali harus kusingkirkan agar tidak menghalangi pandanganku ke arah buku Kemudian, ke bagian isi.Cerita Valiant Budi, 3 dari 5 bintang Penuturannya jenaka, terlalu jenaka, dan ini bisa menjadi masalah Entah kenapa suaranya bagiku terdengar sebagai laki2 dan bukannya perempuan Sebagai pembaca, aku bingung harus merasakan emosi seperti apa Ada adegan yang harusnya menegangkan, saat Keni dikejar kejar Tapi kemudian ada adegan banyolan pula, terlalu banyak, yang mengacaukan emosiku Harusnya tertawa kok tidak pantas, karena terlalu banyak kejutan di setiap halaman Barangkali di masa yang akan datang lebih baik kalau kejutannya dikurangi, rasanya lebih mendebarkan kalau ada suspense yang dibangun, baru boom Kejutan.Cerita Windy Ariestanty, 1 dari 5 bintang Bukan seleraku mungkin ya Sebagai pembaca aku memutar mata saja karena seolah penutur dalam cerita ini ingin pamer kemampuannya Nih, aku bahas Elizabeth Barrett Browning Sudah terkesan belum Kalau belum, nih Anna Karenina Tolstoy Daido Moriyama Lalu penggunaan kata Indonesia yang baku Mungkin karena karakter utamanya editor, tapi menurutku dalam buku ini terlalu banyak informasi melantur yang membuatku kepayahan berpikir, ini cerita mau dibawa ke mana ya Seolah semuanya datar, datar, hei, ada informasi menarik secara acak mengenai entah dunia sastra, fotografi, penyuntingan, bulan madu petani di Ubud, datar, datar Yang paling mengesalkan bagiku adalah, kenapa pula mesti menggunakan bahasa Inggris kalau penulisannya salah Padahal kalau dalam bahasa Indonesia pun tidak masalah Pun, yang salah itu adalah lirik penyanyi berinisial AS Okelah mungkin dari sananya lirik itu sudah salah tata bahasa Inggrisnya Tapi masa sih, Bumi sebagai salah satu protagonis yang editor tidak tergerak untuk memperbaiki kesalahan ini If I could bottled the smell of the wet land after the rainI d make it perfume and send it to your houseIf one in a million stars suddenly will hit satelliteI ll pick some pieces, they ll be in your wayLalu, an ebullience photographer Ebullient photographer lebih tepat Bisa juga, a photographer with ebullience karena ebullience adalah kata benda Sekali lagi, aneh bahwa karakter Bumi yang editor bisa membuat kesalahan seperti ini Secara keseluruhan, barangkali aku berharap terlalu banyak, ya Dan mengenai judul Hmm, yang dimaksud dengan waktu barangkali adalah ada adegan berulang tahun dalam kedua cerita Jadi, yah, dua bintang, dariku


  2. Farah Farah says:

    Terima kasih peri kecil karena sudah repot repot bawain buku ini pas siaran bareng ngebahas Biografi dan Otobiografi di RPK bulan lalu Sempet penasaran banget sama buku ini karena pada suatu saat, timeline gue dibanjiri oleh kutipan kutipan yang diambil langsung dari sini Ya wajar sih, emang itu resiko kalo follow penulisnya Ngga kapok kapok ya Fawwah, kemakan ama promo si penulis di timelinenya dia hakhakhak..Kalo gue follow akunnya YKD juga jangan jangan nanti gue ngebeli bukunya dia, teru Terima kasih peri kecil karena sudah repot repot bawain buku ini pas siaran bareng ngebahas Biografi dan Otobiografi di RPK bulan lalu Sempet penasaran banget sama buku ini karena pada suatu saat, timeline gue dibanjiri oleh kutipan kutipan yang diambil langsung dari sini Ya wajar sih, emang itu resiko kalo follow penulisnya Ngga kapok kapok ya Fawwah, kemakan ama promo si penulis di timelinenya dia hakhakhak..Kalo gue follow akunnya YKD juga jangan jangan nanti gue ngebeli bukunya dia, terus ga lama misuh juga ujung ujungnya di review.Gue masih ngga ngerti sama Hanya waktu yang tak pernah terlambat. disini Hanya Fawwah yang otaknya lambat memproses semua yang dia baca. iya sih itu benar Agak lama loh nyelesain buku ini Baru selesai 2 hari lalu masaaaa dimulai dari tanggal 15 September Demi apa coba Yang gue pahami, adalah konsep waktu yang berbeda di dua cerita Cepat, dan lambat Waktu itu manipulatif Eh tunggu, otak kita yang memanipulasi konsep waktu kah Sama sama melalui 24 jam perhari, tapi kenapa satu hari bisa terasa jauh lebih lambat dari hari hari lainnya Lalu apa yang bikin waktu tidak pernah terlambat di kedua cerita di buku ini Bahwa si tokoh di cerita pertama salah mengenali waktu Dia kecepetan ngitung umur Terlalu excited untuk dewasa sepertinya Karena mau ulang taun ke 17 aja sok sokan galau mau ngerayain sendirian Idih anak jaman sekarang Susunya apa si waktu kecil Lalu kenapa waktu tidak juga terlambat di cerita kedua Karena cinta ternyata belum menemukan tambatannya Karena janur kuning belum melengkung Karena ijab belum disahkan Karena gedung belom di dp Apa sih sebenernya Ah Bahas gaya penulisan aja.Nah kalo dari gaya bahasa sendiri, yang satu terlalu berlebihan, yang satu terlalu rumit.Tapi kalau disuruh milih sih, mendingan gaya tulisannya Windy ya Minimal gue menantang diri sendiri untuk berusaha memahami yang rumit rumit, biar otak ngga karatan karatan amat sih.Gaya bahasanya Vabyo terlalu mentah menurut gue Berasa baca tulisan tulisan gue di blog tahun 2005 Waktu lagi excited banget punya blog sampe sampe semua kegiatan sehari hari juga diceritain Urusan penting atau engga ya itu sih belakangan Yang penting postingan nambah Dan harus lucu Supaya ada yang mau baca Mau lebay ya ga masalah Yang penting ada yang komen.Mungkin terlalu menghayati peran anak anak yang excited antara mau ulang tahun sweet 17 kemudian abis itu mati Eh Atau gimana sebenernya ya Tapi yang gue suka di buku ini adalah bentuk sampulnya yang berlidah Ngga perlu repot repot pake pembatas buku, yes Tinggal sempilin aja itu lidah sampul ke halaman yang lagi di baca Beres deh.Yaudah, 1 bintang buat lidah sampul bukunya 1 bintang lagi buat covernya yang warna item itu Bagus


  3. Mitha Anggraeni Mitha Anggraeni says:

    Saya kecewa baca salah satu novel di duet gagas ini Lalu kalo kecewa kenapa saya kasih bintang 4 Saya mengenal Valiant Budi dari suami saya yang tiba2 mendadak senang baca buku, Kedai 1001 Mimpi judulnya Saya tentu penasaran jenis tulisan seperti apa yang bisa membuat suami saya tergila gila sebuah buku Ternyata memang sangat mengesankan Saya lalu jadi mencari buku Valiant yang lain Baca Joker dan Bintang Bunting, membuat saya terbelalak Ternyata Valiant bukan tipe penulis yang gemar menek Saya kecewa baca salah satu novel di duet gagas ini Lalu kalo kecewa kenapa saya kasih bintang 4 Saya mengenal Valiant Budi dari suami saya yang tiba2 mendadak senang baca buku, Kedai 1001 Mimpi judulnya Saya tentu penasaran jenis tulisan seperti apa yang bisa membuat suami saya tergila gila sebuah buku Ternyata memang sangat mengesankan Saya lalu jadi mencari buku Valiant yang lain Baca Joker dan Bintang Bunting, membuat saya terbelalak Ternyata Valiant bukan tipe penulis yang gemar menekuni 1 genre Mungkin ini pulalah yang membuat gagasmedia memasangkan Valiant dengan Windy yang mana saya tau karyanya juga lintas genre, tidak hanya bergaya monoton, juara di buku nonfiksi maupun buku novel.Ketika gagas mengumumkan duet Valiant dan Windy dalam kala kali, saya sungguh berkecamuk membayangkan isi, apakah akan semenggelegar Kedai 1001 Mimpi Sedalam Life Traveler Semengejutkan Joker Serumit Bintang Bunting Iya betul, saya terkejut membaca bagian novel Valiant Ramalan Dari Desa Emas, pemilihan setting Desa Sawarna, adegan teror buntut dari ramalan, sampai melibatkan tokoh penyanyi legendaris Indonesia yang ternyata memberikan kejutan besar.Tapi saya kecewa dengan gaya Valiant yang mendadak ABG ganggu dan pemikiran pemikiran aneh yang menurut saya jomplang sekali dengan Joker atau Bintang Bunting yang nakal dan dewasa Saya sengaja tidak membandingkan Kala Kali dengan Kedai 1001 Mimpi karena berbeda genre.Saya masih dongkol sampai saya bertemu dengan Farah, kemenakan saya yang masih SMA Farah dengan antusias nanya saya tante udah baca Kala Kali Keni itu aku banget ya cara mikirnya akhirnya ada buku vabyo windy akun twitter valiant yang aku bisa nikmatin Saya terdiam Valiant sekali lagi berhasil memberikan kejutan Ia berhasil menjadi Keni, karakter fiktif yang ia ciptakan di Ramalan Dari Desa Emas Iya, saya tidak menyukai Keni yang ABG sok asik sok dewasa itu karena Keni bukan Valiant Saya yakin akan ada pembaca lain yang akan kecewa dengan perangai dan sifat Keni karena ternyata kita terlalu menginginkan tokoh Valiant sebagai narator di novel ini Valiant memakai pov 1 bukan narator seperti Joker dan Bintang Bunting.Untuk Bukan Cerita Cinta, saya menikmati gaya Windy yang pelan pelan asal kelakon, seperti mengikuti alur sungai tenang setelah saya dibombardir oelh cerita Valiant Hanya saya ada beberapa bagian yang saya rasa tempelan, seperti ingin pamer ilmu.Kesimpulan, buku ini khususnya Ramalan Dari Desa Emas sepertinya bukan buku untuk saya, tapi untuk Farah Farah lainnya yang merasa terwakili oleh karakter Keni dan Akshara Karena itu saya memberikan 4 bintang untuk kejutan dan kepiawaian Valiant dan Windy


  4. Dewi Dewi says:

    Selama ini, saya gak pernah tertarik beli Gagas Duet Karena menurut info , Gagas Duet tuh bukannya 2 penulis berkolaborasi bikin 1 cerita yang sama Tapi masing masing penulis membuat 1 cerita dan kedua cerita itu tidak berhubungan.Lha Buat apa bikin duet kalo gitu Kebayang deh, pasti ceritanya bakal pendek, mirip cerpen tapi panjangan dikiiit ini ambigu banget sih bahasanya XD Intinya gak minat beli.Tapi niat teguh itu pun goyah saat tahu Vabyo terlibat dalam proyek duet Mau gak beli, Selama ini, saya gak pernah tertarik beli Gagas Duet Karena menurut info , Gagas Duet tuh bukannya 2 penulis berkolaborasi bikin 1 cerita yang sama Tapi masing masing penulis membuat 1 cerita dan kedua cerita itu tidak berhubungan.Lha Buat apa bikin duet kalo gitu Kebayang deh, pasti ceritanya bakal pendek, mirip cerpen tapi panjangan dikiiit ini ambigu banget sih bahasanya XD Intinya gak minat beli.Tapi niat teguh itu pun goyah saat tahu Vabyo terlibat dalam proyek duet Mau gak beli, kok ya penasaran pengen baca Lagian udah tanggung koleksi buku yang bersangkutan Akhirnya nekat deh ikut beli PS Ini kenapa preludenya panjang ya Sewaktu pertama liat bukunya, ada dialog gini sama diri sendiriYihabeneran keren nih cover Sekeren di gambarMenurutNganaTapi kegirangan itu langsung menguap begitu sadar covernya dipakein lidah ato elemen tambahan ato apalah itu yang bikin jadi susah disampul Asli repot buanget nyampulin itu buku.Okehmari masuk ke isi bukuHidup mah dinikmatin ajah Banyak banyak berbuat baik, jadi pas mati juga insya Allah dalam keadaan baik Lagian, kalo hidup malah fokus mikirin mati terus, bisa jadi yang mati duluan malah orang orang di sekitar kita, kan Jadi mending perhatiin mereka yang sayang kamuRamalan Dari Desa Emas Kisah pertama berjudul Ramalan Dari Desa Emas buah karya Vabyo, berkisah tentang Keni Arladi yang akan berusia 18 tahun Keni ini tipe anti mainstream rupanya Jadi bukannya ngerayain ultah bareng temannya ato keluarganya, ato bikin video trus unggah di youtube, ato apalah pokoknya, Keni memilih tuk menyepi di Desa Sawarna.Awalnya rencana itu tampak mulus, sampai Keni bertemu bocah jago ramal yang pastinya meramalkan dia akan meninggal sebelum usianya 18 tahun Keni sih berusaha untuk cuek, tapi setelah melihat betapa kesialan dibarengi maut selalu mengintai pasca diramal, dia pun terpengaruh Dan dimulailah usaha pelarian diri Keni yang rada mirip Final Destination Tentu semua itu diceritakan dari sudut pandang Keni yang cuek, rada sinis dan tengil.Ceritanya enak dibaca sebenernya, mengalir dan pace nya cepat Endingnya juga seru dan gak ketebak.Biar pun karakter Keni cuek gitu, tapi gak nyebelin untuk dibaca karena Vabyo membalutnya dengan humor kenes namun kadang garing ala Vabyo Bagian mengganggu dari cerita ini adalah gaya bahasanya yang setipe banget dengan gaya bahasa Kedai 1001 Mimpi yang juga berarti gaya bahasa Vabyo di twitter dan blog Rasanya seperti Vabyo sendiri yang bercerita dan bukannya Keni.Ada pikiran gini selama membaca Oh si Vabyo sekarang jiper sendiri gegara dia kesasar di hutan Eh Apa Siapa yang kesasar Oh Keni toh, bukan Vabyo Ah tapi masa sih Vabyo itu mah Liat dong gaya bahasanya yang berima, itu kan gaya Vabyo Hah Apa katanya Keni cewek Ah now I m sure you re lying Iyasaya gagal membayangkan Keni sebagai cewek Gaya bahasa, berpikir, dan sebagainya si Keni tidak membuat saya nangkep aura ceweknya.Apa karena si Keni tomboy Atau lebih tepatnya apa begini gaya pikir remaja cewek tomboy 18 tahun jaman sekarang Mungkin Toh saya memang gak tahu apa apa tentang itu.Ato memang Vabyo yang gak mampu menciptakan karakter cewek dan mendalaminya Bukan ah Di Bintang Bunting dia berhasil Di Joker sekalipun, karakter Aulia masih berasa girly nya walopun rada nyaru.Apa karena gaya penulisan Vabyo sudah berubah Ada jeda 4 tahun antara Bintang Bunting dan novel ini, dan sangat wajar kalo gaya penulisan seseorang berubah.Yah mungkin saja.Tapi ini bikin saya jadi penasaran buat baca karya Vabyo selanjutnya Jadiiiayo kita tunggu MENUJUH o.PS Saya udah PO tuh buku lho iyaaaemang ini pamer kok p Sementara itu, 3 bintang untuk Ramalan Desa Emas nya VabyoHidup tak tertebak Seperti permainan gundu dan dadu Terkadang, aku takut itu Bahkan ketika kita merasa segala sesuatu telah ada di genggaman, kondisi bisa berbalik Bukan Cerita CintaDi bagian ke 2 ada Bukan Cerita Cinta dari Windy Ariestanty Bertutur tentang seorang Bumi yang editor, yang memandang hidup secara filosofis juga persahabatannya dengan Akshara, seorang penulis impulsif dan sedang jatuh cinta dengan Bima.Bumi yakin kalo Akshara tidak sungguhan mencintai Bima Sementara Akshara berkeras sebaliknya Hingga dibuatlah taruhan yang berpuncak pada ulang tahun Akshara Pada hari H akan dilihat, apakah Akshara masih bersama dengan Bima Sebaliknya, Akshara ingin Bumi datang ke ulang tahunnya bersama pacar baru Kehadiran teman Akshara yang bernama Koma seperti datang tepat pada waktunya Perempuan tanda baca itu berhasil memikat Bumi dengan tawanya.Lalu kisah pun mengalir dari penuturan Bumi tentang Akshara, tentang Koma Pendapat Bumi tentang mereka berdua, tentang filosofi cinta dan diskusi diskusi kaya makna antara ketiga tokoh tersebut.Kebalikan dengan cerita Vabyo yang pace nya cepat, cerita milik Windy ini justru terasa lamban Sangaaaaatttt lamban.Inti cerita sebenarnya sependek yang saya jabarkan di atas, tapi Windy memperpanjang cerita dengan berbagai penuturan yang gak penting Kadang kadang pengarang sering mengajak pembacanya muter muter nggak keruan hanya karena si penulis kepingin aja memasukkan jalinan peristiwa atau dialog yang kalau ditanya kenapa dia melakukannya, jawabannya adalah, Because I like it source Saya menangkap kesan yang sama dari cerita ini, semacamNih biar loe nangkep cinta itu kayak apa, gw ceritain tentang Elizabeth Barrett Browning Nih Anna Karenina Masih kurang Ini nih sekalian kisah si Cupid Psyche Oh iya, gw bahas Daido juga deh Apa Windhy kehabisan ide mo dibawa kemana ini cerita hingga dimasukkan lah bagian ini Nggak mungkin rasanya ah.Selama membaca semua filler itu, saya nanya sendiriIni buku konfliknya apa sih Klimaksnya dimana Dan sampe akhir, saya gagal nemu klimaksnya Semua datar, flat.Okeh, saya nangkap kok adegan mana yang dimaksudkan jadi klimaks, tapi buat saya itu pun sama datarnya dengan adegan sebelum dan setelah itu.Dan saya juga merasa gak sreg dengan tokoh tokohnya Karakterisasi mereka kurang kuat untuk saya Cuma Komang yang menarik dengan bubbly personality nya Akshara Datar Bumi Sama datarnya Bima Datar juga ya walo si Bima emang jarang muncul sih.Terus, klo di cerita Vabyo saya gagal membayangkan Keni sebagai wanita, di Bukan Cerita Cinta saya susah membayangkan Bumi sebagai pria Susah namun bukan berarti gak bisa Ada saat tertentu sisi pria Bumi kelihatan Tapi most of the time, saya dapat kesan yang sama dengan Farah si Bumi ini cewek androgyny yang naksir sama si Akshara X Untunglah, cerita Windy ketolong dengan untaian kalimat yang puitis dan penuh makna Membaca cerita Windy memang gak bisa skimming supaya dapat meresapi makna kalimatnya Dan sungguh, gaya bahasa inilah yang bikin saya bertahan menyelesaikan Kala Kali Walo pun dengan rasa jenuh dan sakit kepala yang kerap datang setelah baca 4 5 lembar hehehe Yap, saya menikmati dibikin sakit kepala sama Windy Rada masokis emang XP ps mudah mudahan gak ada anggota 50United yang baca ini Saya belum pernah baca satu pun karya Windy kecuali The Journeys walo udah menimbun ketiga bukunya di rak saya Saya tahu, dari review rekan rekan, Life s Traveller punya gaya bahasa yang puitis dan filosofis juga Dan kemungkinan, bisa bikin saya dapat sakit kepala yang nikmat lagi halah Tapi saya kok malah jadi penasaran sama Shit Happens ya Pengen tahu aja apa memang Windy selalu menulis dengan gaya seperti ini, meskipun dalam novel remaja.Hmmmmenatap Shit Happens yang masih terbungkus rapi selama sekian tahun Yeah Let s take a look later o ps much later I mean Dan saya juga gagal paham dengan tagline Hanya waktu yang tak pernah terlambat.Bisa gak sih Gagas berhenti bikin tagline dan atau blurb yang emang puitis, keren tapi menyesatkan dan maknanya gak masuk ke cerita Kesimpulannya 2 bintang untuk Bukan Cerita Cinta dan 3 bintang untuk Ramalan Dari Desa Emas.Totalnya 2,5 bintang PS Yang ini sih unek unek saya untuk Mbak Windy Gak penting penting amat untuk dibaca oleh yang lain, but I hope someday Windy would read this Buat yang lain, better read it only if you can stand my lebayness apa pun arti kata itu X view spoiler Pada salah satu scene di Bukan Cerita Cinta, ada bagian Akshara sakit dan berkataKata dokter, aku sakit gejala typhus ato tifoid Well, there s no such thing as gejala thypus Gak akan ada dokter yang kasi diagnosa gejala typhus , setidaknya untuk dokter jaman sekarang.Para dosen dan juga bos saya bisa murka kalo tahu bahwa kami para GP unyu ini kasi diagnosa gejala typhus.Alasannya Karena pemberian kata gejala di penyakit ini menimbulkan reaksi yang aneh pada pasien.1 Yang mendapat kesan kalo typhoid itu sakit ringan saja padahal jelas salah Mereka di golongan ini akan cuek dengan bahaya typhoid Rata rata pada mikir Ah gejalanya aja cuma gini Demam dan mual doang Cemen lah Istirahat di rumah beberapa hari juga beres Penyakit aslinya juga gak berat berat amat dong Atau yang ke 2, malah jadi menganggap serius gejala typhus nya Pasien yang di golongan ini akan mengonsumsi antibiotik yang sebenarnya tidak perlu atau kapsul cacing tanah yang lebih tidak perlu lagi dan bisa bahaya.Kenapa gak perlu Karena sebagian besar kasus gejala typhus itu sebenarnya infeksi virus yang lebih ke self limiting diseases.Saya gak tahu sejak kapan dan siapa yang pertama kali menciptakan salah kaprah macam gejala typhus ini Salah satu dosen saya berteori, mungkin penyebabnya dari kalangan dokter sendiri di jaman dahulu kala Saat ilmu kedokteran belum semaju sekarang, pemeriksaan laboratorium masih terbatas dan penyakit typhoid masih jadi momok Sehingga semua orang yang punya keluhan mirip mirip typhoid langsung dianggap gejala typhus dan diperlakukan sama seperti pasien typhoid.Jelas ini salah kaprah yang harus diluruskan Dosen yang sama juga bilang Generasi kalian ini emang korban dari generasi saya Sudah terlalu banyak salah kaprah yang dibikin sama angkatan saya Gejala typhus ini salah satunya Salah duanya ya tentang antibiotik Tapi tugas kalian buat meluruskan Demi generasi di bawah kalian nanti dan demi kalian juga Soyep, we re trying I m trying Dan jelas nggak gampang meluruskan kesalahpahaman yang sudah berkembang lama Tentu saja kami mengandalkan bantuan pihak pihak lain seperti penyuluhan, media media, dan termasuk juga buku Pokoknya apa pun yang bisa menjangkau masyarakat luas.Dan karenanya menyebalkan ketika salah satu sarana yang bisa mendidik seperti novel malah bantu menyebarkan kesalahan ini.Saya ngerti Windy bukan orang medis Dan sebenarnya gak papa juga kalo dia mo nulis gejala typhus di ceritanya Yang mengganggu adalah bagian Kata dokter di kalimat itu, yang seolah menegaskan dokter mengakui ada penyakit seperti itu.So next time, becareful, mbak Fyuhcurhat yang panjang cuma karena dua kata gejala typhus doang ya Mana berasa lebay pula iyaaasaya juga tahu kok kesannya lebay banget Ya maka itu saya hide E hide spoiler PS review ditulis dalam keadaan kepala sakit gegara lagi cacar Maap kalo ada bahasa yang ngaco, typo, melantur ato apapun lah Bakal dibenerin besok besok klo mood


  5. Rose Gold Unicorn Rose Gold Unicorn says:

    Buku ini adalah salah satu hasil proyek Gagas Duet Well, apakah Gagas Duet itu Saya pikir sih tadinya semacam buku yang ditulis secara estafet Tapi ternyata bukan Ini adalah buku dengan 2 penulis berbeda dan 2 cerita berbeda Aduh, pengen ngomong ke penerbit gini deh rasanya, Ya kalo gitu ini bukan duet dong Medley gituh Errr Tentang penulisnya, saya hanya sekedar tahu bahwa Valiant dan Windy adalah penulis Penulis yang seperti apa Jujur, saya belum tahu Kala Kali ini adalah buku pe Buku ini adalah salah satu hasil proyek Gagas Duet Well, apakah Gagas Duet itu Saya pikir sih tadinya semacam buku yang ditulis secara estafet Tapi ternyata bukan Ini adalah buku dengan 2 penulis berbeda dan 2 cerita berbeda Aduh, pengen ngomong ke penerbit gini deh rasanya, Ya kalo gitu ini bukan duet dong Medley gituh Errr Tentang penulisnya, saya hanya sekedar tahu bahwa Valiant dan Windy adalah penulis Penulis yang seperti apa Jujur, saya belum tahu Kala Kali ini adalah buku pertama mereka yang saya baca Dan yah, jujur lagi ekspektasi saya soal kedua penulis ini lumayan tinggi Tapi, apa yang saya dapat Saya hanya memberi rate 2 5 Emmm apa yah, menurut saya cerita yang ditulis tuh kering banget Datar Sorry, but this is what I feel when I m reading this book.Mengenai Kala Kali itu sendiri, seperti yang saya baca di blog pribadinya Mbak Windy, adalah sbb Quote K l yang merupakan salah satu dewi dalam kepercayaan Hindu ini berasal dari K la nama panggilan Shiva, Dewa Kematian K la sendiri juga bisa berarti waktu yang abadi atau gelap Karena Shiva yang dipanggil K la adalah sisi maskulin, maka K li yang merupakan sisi feminin juga merupakan entitas dari waktu , sesuatu yang melampaui waktu , dan kematian Selain itu K li juga dianggap sebagai dewi dari perubahan Menjurus dari penjelasan di atas, memang bisa disimpulkan bahwa kedua cerita dalam buku ini beda banget satu sama lain Cerita pertama, Ramalan Dari desa Emas, menceritakan petualangan seorang gadis kocak ke Desa Sawarna Niatnya sih mau merayakan ulang tahunnya yang ke 18 sendirian Siapa sangka di sana ia justru mengalami suatu musibah sampai akhirnya bertemu dengan anak kecil yang jago meramal Ia diramal akan mati sebelum umurnya mencapai 18 tahun Weks Itu artinya kan beberapa hari lagi Nah, karena ramalan itu, ia akhirnya pergi meninggalkan Desa Sawarna karena ketakutan dan bukannya selamat dari kutukan, malah ramalan it uterus menghantuinya dan akhirnya membawa dia ke suatu petualangan Hehehe Agak mirip film Final Destination gitu deh.Oke, membaca cerita pertama, karya Valiant, saya lumayan terhibur dengan gaya penulisan yang lucu dan berbeda Saya akui, Valiant pandai berhumor Sesuatu yang menyedihkan masih bisa digambarkan dengan kegembiraan Benar benar orisinil sih Lho kok ada kata sih Lha iya Soalnya menurut saya konfliknya datar banget Twistnya oke laaah dapet kok dapet Tapiii untuk saya, kurang Mungkin usia setua saya jangan baca buku genre remaja gini kali yah Hahaha Eitsss, yakiiin genre remaja Soalnya Windy menulis cerita yang 180 derajat beda sama Valiant loh Cerita Windy benar benar kelas tinggi Banyak permainan kata kata yang keren, menurut saya Sayangnya, lagi lagi selera saya gak sebagus itu untuk bisa memahami apa sih yang sebenernya Windy mau bahas Oke, tentang persahabatan, perselingkuhan, dan tentu saja cinta But, hey, saya bahkan skimming hampir di setiap halaman saking datarnya Capek sendiri menunggu klimaks yang gak kunjung muncul Isinya pelajaraaannn terus Infoooooo terus yah, bagus sih kita jadi nambah pengetahuan baru tapi buat saya, hal ini melelahkan Secara fisik, gak ada masalah Font sesuai Ukuran sesuai Desain sampulnya juga keren, dan dapet banget kesan misterinya sesuai sama isi ceritanya ada yang berbau bau misteri serta 3 dimensi menurut saya loh, hehe Sayangnya, karena 3 dimensi ini, kaver buku malah akan jadi cepet rusak Buktinya, kaver saya udah sobek tuh Ah itu sih elunya aja, Sel, yang careless __ Entah ya mungkin saya yang terlalu bodoh sampai gak bisa menangkap esensi dari buku ini Yeah, who knows Yang jelas, saya gak menikmati saja So, cukup kali yah bintang 2 5 Saya sangat appreciate this book But, sorry, I cant help myself to enjoy this book


  6. Nina Ardianti Nina Ardianti says:

    Awww Saya paling suka cerita bagian Buhpy Seperti biasa, menghanyutkan dan bikin nagih Kayak masa masa saya nungguin tweet berserinya dia waktu masih di Arab Saudi Reviewnya menyusul ya.


  7. Niratisaya Niratisaya Niratisaya Niratisaya says:

    2.5 StarsMembeli buku ini, karena saya mengandalkan dua nama besar penulis di belakangnya dan juga karena alasan familiaritas Saya pernah membaca buku keduanya dan merasa oke oke saja dengan gaya penulisan mereka Maksud saya, saya tidak dibuat pusing atau terlalu kenyang karena sugar coating yang ada dalam penulisan mereka Saya suka roman, tapi kalau terlalu ber romance yg icky sticky cheesy, saya juga tidak mau DAnd thus, I was okay with the two stories.Kenapa hanya oke Melihat sampul buk 2.5 StarsMembeli buku ini, karena saya mengandalkan dua nama besar penulis di belakangnya dan juga karena alasan familiaritas Saya pernah membaca buku keduanya dan merasa oke oke saja dengan gaya penulisan mereka Maksud saya, saya tidak dibuat pusing atau terlalu kenyang karena sugar coating yang ada dalam penulisan mereka Saya suka roman, tapi kalau terlalu ber romance yg icky sticky cheesy, saya juga tidak mau DAnd thus, I was okay with the two stories.Kenapa hanya oke Melihat sampul buku, jujur, saya langsung dibuat takjub Gagas memang hebat soal ini Tapi setelah membaca, saya merasakan dua hal yang berbeda Cerita pertama saya dibuat seperti naik jet coaster, larut dalam sebuah petualangan yang kencang dan mendebarkan Tapi saking kencangnya, saya tidak tahu bagaimana saya bisa sampai di akhir cerita Saya hanya ingat hal hal yang membuat saya berdebar Dibandingkan Bintang Bunting atau Joker, cerita dalam KalaKali bagian Vabyo, kurang menggigit.Sementara bagian Windhysaya menyukai gaya mello dalam penulisannya, namun terkadang saya merasa tersesat saat membaca Berpadu menjadi satu dalam buku dengan cerita Vabyo, dan diletakkan sebagai cerita kedua, walhasil membuat saya sedikit pusing Lebih karena perbedaan pace membaca cerita Windhy terasa seperti naik andong sehingga saya tidak bisa langsung menyelesaikan bagian cerita Windhy dalam satu hari.Dan berakhirlah petualangan saya naik jet coaster dan andong


  8. Dian Maya Dian Maya says:

    Gagas Duet kedua yang saya baca setelah Fly to the Sky.Berbeda dengan Fly to the Sky, Kala Kali tidak relevan antara cerita yang satu dengan cerita yang lainnya Honestly, butuh perjuangan berat di awal awal untuk menuntaskan novel ini karena ceritanya yang err. gimana ya Bukan jenis cerita yang saya suka memang, tapi bukan berarti gak bagus juga Dunno how to say.Cerita pertama berbeda dengan cerita kedua.Kalo gitu, kenapa dijadikan duet kenapa tidak dijadikan novel yang berdiri sendiri tau ah Gagas Duet kedua yang saya baca setelah Fly to the Sky.Berbeda dengan Fly to the Sky, Kala Kali tidak relevan antara cerita yang satu dengan cerita yang lainnya Honestly, butuh perjuangan berat di awal awal untuk menuntaskan novel ini karena ceritanya yang err. gimana ya Bukan jenis cerita yang saya suka memang, tapi bukan berarti gak bagus juga Dunno how to say.Cerita pertama berbeda dengan cerita kedua.Kalo gitu, kenapa dijadikan duet kenapa tidak dijadikan novel yang berdiri sendiri tau ah, tanya saja sama Gagas Media Well, saya suka bagian Windy Ariestanty Bukan Cerita Cinta.Banyak pengetahuan didalamnya.Serius.Karakternya kuat, dialognya cerdas alurnya lancar.Selain ngasih gambaran bagaimana dunia editor, dia juga banyak ngasih pelajaran kata baku kata tidak baku menurut KBBI Oh iya, ini tulian Windy Ariestanty pertama yang saya baca cukup bikin saya tahu, betapa cerdas mandirinya dia Pantas memang beliau jadi editor andalan


  9. Dewi Larasati Dewi Larasati says:

    belum pernah baca buku om vabyo dan tante windy, dan gak nyangka ceritanya vabyo tiba2 mendadak horor dan ada forum pembela taylor swift ngikik gw baca bagian ini soalnya gw juga benci taylor swift.gw gak nyangka aja om vabyo yang udah berumur eh gw gak bilang tua loh ya, peaceee bisa nyamar jadi keni yang bacanya serasa temen deket gw yang lagi dikejar2 maut salut om vabyo ngomong2 gw bikin novel yg kayak gini terus dong, abis katanya joker dan bintang bunting ngejelimet gitu hehehe sorr belum pernah baca buku om vabyo dan tante windy, dan gak nyangka ceritanya vabyo tiba2 mendadak horor dan ada forum pembela taylor swift ngikik gw baca bagian ini soalnya gw juga benci taylor swift.gw gak nyangka aja om vabyo yang udah berumur eh gw gak bilang tua loh ya, peaceee bisa nyamar jadi keni yang bacanya serasa temen deket gw yang lagi dikejar2 maut salut om vabyo ngomong2 gw bikin novel yg kayak gini terus dong, abis katanya joker dan bintang bunting ngejelimet gitu hehehe sorry belum sempet baca, tapi janji abis ini mau baca.oh ya kalo bagian tante windy aku suka sama permainan kata katanya yang nohok hati, tiba2 hanyut sama percakapan mereka lalu pingsan deh kaya keni. hehehe.5 bintang cukup yaaaaaaaaa bikin duet lagi dooong


  10. Aldi Yo Aldi Yo says:

    valiant budi, windy ariestanty penulis2 mestinya mikir biar bisa bikin tulisan cerdas kyk gini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kāla Kālī[KINDLE] ✽ Kāla Kālī Author Valiant Budi – Thomashillier.co.uk Gegas dan waktu tak pernah bisa berbagi ruang apalagi berbagi cerita maka saling mencarilah mereka berusaha menggenapi satu sama lain hingga satu titik k la menjadi mula dan k l mengakhiri cerita Aku Gegas dan waktu tak pernah bisa berbagi ruang apalagi berbagi cerita maka saling mencarilah mereka berusaha menggenapi satu sama lain hingga satu titik k la menjadi mula dan k l mengakhiri cerita Aku merasa kembali menjadi balita mengentak entakkan kaki ke lantai sambil bertepuk tepuk tangan gembira Tidak ingin membuang buang waktu aku segera meniup lilin sambil berharap dalam hati akan ada lilin serupa untuk tahun depan di atas sepotong kue yang dibawakan Ibu AMIN Berbagai potongan kenangan dengan Ibu berkelebatan hebat di benakku Aku mungkin berbeda dengan remaja lainnya yang kala mengingat masa kecil selalu dengan tawa dan kebersamaan yang hangat seperti yang kulihat di lembaran iklan iklan susu balita atau es krim literan ituDan setiap kenangan itu hadir ingin rasanya membalikkan langkah Ramalan dari Desa Emas Valiant Budi Setiap kali berulang tahun aku semakin mendekati tempat asalku ketiadaan Ibuku bilang dunia ini sendiri pun lahir dari ketiadaan Karena lahir dari ketiadaan mengapa pula harus mencemaskan kehilangan Ketiadaan itu meluaskan kata Ibu dan mempertemukan manusia dengan banyak hal di antaranya cinta Aku berharap bisa melindungimu dari patah hati Tapi itu tak mungkin Bukan Cerita Cinta Windy Ariestanty K la K l Hanya Waktu yang Tak Pernah Terlambat adalah Gagas Duet novella dari dua penulis kenamaan GagasMedia Windy Ariestanty dan Valiant Budi Keduanya mempersembahkan sebuah cerita yang bermain main sekaligus memberi ruang pada waktu.


About the Author: Valiant Budi

Is a well known author some of his books are a fascination for readers like in the Kāla Kālī book this is one of the most wanted Valiant Budi author readers around the world.